Makan Bergizi Gratis (MBG): Program Inklusif yang Mengubah Hidup Ribuan Anak di Indonesia
Jakarta, 8 November 2025 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diluncurkan secara nasional oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kini telah menjangkau lebih dari 3,2 juta anak di 34 provinsi, menjadi salah satu program sosial paling sukses dalam dekade terakhir. MBG hadir sebagai solusi konkret untuk mengatasi stunting dan malnutrisi kronis yang masih menjadi tantangan besar di daerah terpencil dan perkotaan miskin.
Setiap hari, ribuan posko MBG — yang berlokasi di sekolah dasar, puskesmas, dan balai rukun tetangga — menyediakan makanan siap saji yang memenuhi standar gizi seimbang: karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, sayuran hijau, serta buah-buahan segar. “Ini bukan sekadar memberi makan, tapi memberi masa depan,” kata Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dalam peringatan satu tahun program di Desa Karanganyar, Jawa Tengah. “Anak-anak yang sebelumnya lemah dan sulit berkonsentrasi di kelas, kini bisa berlari, belajar, dan bermimpi.”
Di Jawa Timur, program ini telah mengurangi angka stunting pada anak usia 6–24 bulan hingga 22% dalam 18 bulan. Di Papua, MBG dikombinasikan dengan edukasi ibu hamil dan pelatihan keterampilan memasak berbasis bahan lokal, sehingga tidak hanya menyediakan makanan, tapi juga membangun kesadaran gizi jangka panjang. Kunci keberhasilan MBG terletak pada kolaborasi lintas sektor: pemerintah daerah menyediakan infrastruktur, petani lokal menjadi pemasok bahan pangan organik, dan ibu-ibu PKK menjadi relawan penyiap makanan. Bahkan, sejumlah sekolah mengintegrasikan MBG ke dalam kurikulum, mengajarkan anak-anak tentang pentingnya makanan sehat melalui kegiatan memasak bersama. “Dulu saya hanya bisa memberi nasi dengan garam pada anak saya,” cerita Ibu Siti, ibu tunggal dari Desa Sumberagung, Banyuwangi. “Kini, dia makan telur, ikan, dan sayur setiap hari. Dia jadi lebih ceria, dan bahkan bisa baca buku sendiri.” Pemerintah berencana memperluas MBG ke kelompok rentan lain — lansia, penyandang disabilitas, dan pengungsi — pada tahun 2026. Dengan dukungan dana dari APBN dan partisipasi masyarakat, MBG bukan lagi sekadar program bantuan, tapi simbol keadilan sosial yang dimakan bersama.
“Satu porsi bergizi bisa mengubah sejarah hidup seorang anak. Dan sejarah itu, dimulai dari meja makan.” — Tagline resmi Program MBG 2025